shiox band
sebuah grouf band yang akan jadi band yang besar
peran orang tua
pendahuluan
Episentrum, Psikologi (Psychological Assessment, Counseling)
Layanan Psikologi untuk Anak, Remaja dan Dewasa (Psychology of Kid, Adolescence and Adult)
« Apa yang diajarkan dalam Pendidikan Seksualitas?
Pengaruh Film Terhadap Pembentukan Watak (The Effect of Movie on Attitude) »
Peran Orangtua Dalam Pendidikan PraSekolah
Anak dalam proses perkembangannya menuju kepada kedewasaan memerlukan perhatian dari kaum pendidik, hal ini dimaksudkan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan anak agar ia tumbuh menjadi manusia mandiri.
Setiap perkembangan manusia bukan dimulai dari perkembangan “aku” tetapi dari “kita” (undifferentiated), karena diasuh oleh dan bergantung kepada manusia yang lain. Karena adanya manusia lain itulah, manusia berkembang. Sosialisasi dimulai dengan adaptasi terhadap lingkungannya yang merupakan suatu ikatan yang esensial untuk eksistensi psikisnya. Society lives through him, dan setiap diri terwujud melalui lingkungannya. Perkembangan sosial seseorang adalah perjuangannya untuk menjadi suatu identitas dengan hak-hak dan kewajibannya dalam mempertahankan dan menyatakan dirinya.
Manusia belajar, tumbuh, dan berkembang dari pengalaman yang diperolehnya melalui kehidupan keluarga, untuk sampai pada penemuan bagaimana ia menempatkan dirinya ke dalam keseluruhan kehidupan. Pendidikan anak sangat penting dimulai dari lingkungan keluarga karena dari rumahlah ditumbuhkan rasa kepedulian, kesadaran, dan pengertian dasar tentang totalitas lingkungan. Dari sinilah orang tua harus belajar memahami setiap pertumbuhan anak agar sesuai dengan kebutuhan si anak.
Diperlukan sensitivitas dari orang tua terhadap berbagai ciri serta perubahan fisik dan mental yang terjadi pada umur anak, terutama yang berkenaan dengan segi emosionalnya. Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan biologis (sandang, pangan, papan) serta kebutuhan psikologis (rasa aman, self esteem, dan kasih sayang) harus terpenuhi untuk mewujudkan aktualisasi dari potensinya.
Interaksi dalam lingkungan keluarga ikut menentukan arah dari perkembangan anak, yaitu peluang keserasian belajar pada setiap masa peka. Contoh pada bayi umur 0-2 tahun : kepekaan utama terletak pada latihan alat indera, motorik dan perluasan perkembangan bahasanya. Setiap pengalaman langsung dihayatinya sebagai pengalaman yang amat mendalam (peak experience), dan sangat berpengaruh terhadap kesan dan sikap kehidupan anak kelak (terutama pada umur 3-5 tahun), yaitu suatu penyesuaian diri yang bersikap aktif dan selektif.
Perlu diingat bahwa setiap anak lahir dengan bakat, potensi, kemampuan, talenta serta sikap dan sifat yang berbeda. Karenanya potensi anak yang sangat beragam dalam berbagai bidang dengan berbagai taraf dan jenis inteligensi, yang dibesarkan pula dalam berbagai kondisi ekonomi, sosial, psikologis, budaya, serta alam biologis yang berbeda, harus diupayakan dipenuhi kebutuhannya oleh keluarga agar bimbingannya terjadi sesuai dengan taraf perkembangan anak (developmentally appropriate practice).
Pendidikan keluarga adalah wahana yang mendasar untuk meningkatkan bentuk yang lebih harmonis dari perkembangan manusia. Oleh karenanya, selayaknya kehidupan keluarga menjadi kepedulian semua pihak, pemerintah dan masyarakat. Kesadaran tentang hal ini akan membawa kehidupan masyarakat kepada suatu taraf yang menjadikan keluarga pilar yang menentukan bagi kemajuan umatnya. (disadur dari buku “Penerapan Pembelajaran Pada Anak” Conny R. Semiawan)
anak, Orangtua, pendidikan, prasekolah, usia-dini
Gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran. Fleming dan Mills (1992) mengajukan empat kategori tersebut sebagai berikut: Visual (V): Kecenderungan ini mencakup menggambarkan informasi dalam bentuk peta, diagram, grafik, flow
Tips Memilihkan Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak
Menemukan buku yang sesuai untuk anak-anak memang tidaklah mudah. Ada faktor psikologis dan sosial yang harus dipertimbangkan saat memilih buku. Pilihan anda tidak boleh tampak terlalu sulit, namun juga jangan terlihat terlalu mudah. Anda bisa melihat dari karakteristik anak anda saat memilihkan buku untuk mereka. Apa yang anak-anak inginkan itulah yang mereka butuhkan. Mulailah dengan
Agar Anak Anda Gemar Membaca
Apa yang anda inginkan untuk anak anda pada saat ini? Apakah anda ingin anak anda hanya bisa membaca atau gemar membaca? Tentu anda akan dapat merasakan bedanya. Membantu anak-anak belajar membaca tidaklah sulit, tetapi anda membutuhkan teknik yang benar untuk mempraktekkannya. Seperti kata pepatah lama yang menyebutkan ’mudah saja jika anda tahu caranya’. Jadi jika
Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pendidikan Seksualitas Anak
Beberapa kalangan tidak menyetujui adanya pendidikan seks diberikan pada anak karena khawatir akan semakin membuat anak ingin tahu dan melakukannya namun ada kalangan yang menyetujui pendidikan seks diberikan sejak usia dini justru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak mereka. Dalam memberikan pendidikan seks pada anak ada rambu-rambu yang harus diperhatikan, diantaranya adalah
Manfaat Pendidikan Seksualitas Bagi Anak
Manfaat yang bisa dipetik dari pendidikan seksualitas pada anak antara lain : Mengerti dan memahami dengan peran jenis kelaminnya Dengan diberikannya pendidikan seksualitas pada anak, seorang anak laki-laki diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi laki-laki seutuhnya, begitu pula dengan anak perempuan, diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi seorang perempuan seutuhnya. Sehingga tidak ada lagi yang merasa tidak
Kontribusi Psikologi terhadap Pendidikan
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian. 1. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Pengembangan Kurikulum. Kajian psikologi pendidikan dalam kaitannya dengan pengembangan kurikulum pendidikan terutama
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi
Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi akademik seseorang, yaitu faktor internal/pribadi dan eksternal/lingkungan (Gage & Berliner, 1992; Winkel, 1997). Faktor internal a. Inteligensi Taraf inteligensi seseorang dapat tercermin dalam prestasi sekolahnya di semua mata pelajaran (Winkel, 1997). Jadi, ada korelasi antara inteligensi dengan kesuksesan di sekolah (Gage & Berliner, 1992). Peserta didik dengan taraf inteligensi
Keberbakatan
Definisi menurut USOE (United States Office of Education), anak berbakat adalah anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya (Hawadi, 2002). Renzulli, dkk (dalam Munandar,
Pengaruh Film Terhadap Pembentukan Watak (The Effect of Movie on Attitude)
Sebagai media, film berfungsi mewujudkan komunikasi yang mencakup berbagai fase dalam kegiatan kehidupan. Media ini merupakan landasan pembentukan pengertian dengan tujuan mempengaruhi penerima pesan untuk bertindak sesuai dengan tujuan dari komunikasi tersebut. Berkenaan dengan pengaruh film pendidikan sebagai media yang membentuk watak (The Effect of Movie on Attitude) dan pribadi, maka perlu ditinjau substansi film,
Apa yang diajarkan dalam Pendidikan Seksualitas?
Yang perlu dipahami sebagai orang tua atau pendidik adalah pendidikan seksualitas tidak pernah mengajarkan anak tentang bagaimana cara melakukan hubungan seks, ataupun hal-hal lainnya yang terkesan vulgar dan menjijikan. Seksualitas itu sendiri membicarakan tentang totalitas ekspresi kita sebagai laki-laki atau perempuan, apa yang kita percayai, kita pikirkan dan kita rasakan tentang diri kita, bagaimana kita
LAYANAN (PSYCHOLOGICAL SERVICES)
1. Layanan Home Visit
- Terapi
- Kunjungan Psikolog
- Story Telling
2. Layanan untuk Anak
-Konseling
-Pemeriksaan Psikologi
-Terapi
3. Layanan untuk Remaja
-Konseling
-Pemeriksaan Psikologi
-Training
-Outbond
4. Layanan untuk Sekolah
Tingkat TK dan SD :
- Pemeriksaan Psikologi
- Terapi
- Parenting Class
- Health School
- Green School
- Story Telling
- Life Skills
- Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini
- Layanan Kunjungan Psikolog
- Asesmen dan Pelatihan untuk Guru
5. Layanan untuk Tingkat Sekolah Menengah :
- Pemeriksaan Psikologi
- Asesmen Guru - Konsultasi
- Konseling
- Training untuk Siswa dan Guru
- Outbond
- Layanan Psikolog Sekolah
6. Layanan untuk Perusahaan
- Asesmen Karyawan
- Training
cinta alam
CINTA ALAM skip to main | skip to sidebar
Cinta Alam Indonesia Diving Club
“Jangan berhenti bermimpi, karena orang seperti kita hanya bisa hidup dengan memperjuangkan mimpi” - Arai-Sang Pemimpi
Selasa, 02 Februari 2010
Survey Ci Nyirup Track, It's not just about GOWES..
Laporan Buat Abah, Sesepuh MTB
Abah...
Waduuh perlu dua kali survey track ini, dari +256 mtr dpl menuju 646mtr dpl dengan jarak 5km lumayan menyesakan. Survey trip ke2 ini akhirnya menjawab pertanyaan besar selama ini... Sampai disinikah kekuatan saya sebelum akhirnya terpaksa tepar TunTun Bike (TTB)??
Berikut saya sampaikan journalnya dengan catatan yang saya rekam tidak hanya di GPS saja Bah, bahkan dicatat di “Hati” saya (he he he daleeem…):
Tanjakan dari kampung Cangkoang ke kampung Cinyirup ini pernah ditanyakan Pak Syamsul (CB) dan saya jawab waktu itu "dahsyat Bang... lain kali saja ya" karena waktu itu trip diikuti oleh para newbie. Sejujurnya track tsb belum khatam saya survey dengan MTB, cuaca hujan merusak traksi ditanjakan dan awan gelap yang menghalangi signal GPS membuat saya urung naik waktu survey kesana 4 bulan lalu.
1 Januari 2010, setelah 26km muter muter alun alun ke Gandarasa, Pabrik Sosro terus naik ke Juhut saya putuskan melanjutkan survey tertunda tsb. Sendirian saja menapaki jalur tsb dengan Patrol Kesayangan, cuaca bagus, sepeda fit, tidur semalam cukup (gak ikutan tuh rame rame begadang taon baruan). Akhirnya bismillahirrohmannirrohiim...
Kerumunan ibu ibu yang duduk duduk di simpang Canggoang entah sedang menunggu apa semarak menyemangati saya menggenjot dengan guyonan guyonan. Tanjakan dengan karakter makadam sepanjang 150 meter. Batuannya beberapa sudah lepas. Gear sudah di max low. Wheel depan mulai ngangkat ngangkat. Nafas mulai sesak megap megap. Ayoooo tekan handle bar sedikit biar wheel depan tidak ngangkat, tapi jangan berdiri biar traksi tetap dapet. Teriakan ibu ibu bak pemandu sorak kesebelasan AREMA makin meriah. Huhhh betul juga tanjakan ini pantas disebut tanjakan nangtung (tanjakan berdiri). 20 meteran lagi sepertinya tanjakan ini berakhir , ohhhhhh gemetar kaki saya, masih coba dipaksakan dan lewat...bisaaa!!.. Hahhhhh hahhh hahhhh gowes pelan terus sambil tarik nafas, 30 meter jalan agak datar... ohhhh terimakasih ya Alloh sambil berhenti istrirahat pegangan di pagar kebun duren. Masih gemetar. Bahkan pagar yang saya pegang ikut gemetar...
Menatap lagi kedepan...... argghhhh!..tampak tanjakan menunggu lebih panjang lagiiiii ....Duhhh tapi bismillah saja.....
Dengan sisa kekuatan dan rasa makin penasaran, sepeda bergerak digowes lagi, pelan semoga pasti, 50 meter bisa lewat, 100 lagi mulai sesak nafas lagi dan kaki gemetar terusss hah hah hah...”Ha ha ha ha hayooooo teruss genjooot” dari belakang tiba tiba terdengar suara ramai lagi? Hah...? ibu ibu yang tadi suaranya masih terdengar? Ahh rupanya mereka kini sedang berada diatas diangkutan terbuka merayap menyusul saya. Rupanya ibu ibu ini mau ke Cinyirup juga. Walau sulit tolah toleh, terasa pasti pick up ini berhasil menyusul saya pelan sambil bunyi berderit derit dan mesin meraung raung seakan meledek saya yang lagi megap megap. Hayoooo ”katanjak katanjakk nong....!” seru mereka. Arghh.... gowesan saya usahakan konstan, tidak lagi perlu pedulikan ibu ibu yang ternyata para ibu ibu penjual sayur ini...
Hiiiii.....Tiba tiba teriakan teriakan menjadi histeris.... Ha ha ha rupanya pick up tadi mati mesinnya didepan saya. Mobil tersendat terganjal ditanjakan dan ha ha ha ha saya coba susul lagi. Hi hi hi... saya susul lagi dengan hati mengejek (dikiiit, sukuriiin... sukuriiin....!). Kemudian didepan ada belokan, saya berharap disana bisa ketemu jalan datar, semoga, lumayan kan bisa tarik nafas. Tapi argh...!salah! Justru semakin terjal! dan traksi wheel belakang tiba tiba lepas, sepeda oleng dan ahhhh terpaksa turun.
Meneruskan gowes sangat sulit, terlalu terjal dan traksi ngesot terus. Dibelakang tidak ada lagi jalur buat ancang ancang, terlalu jauh. Tidak mungkin. Ohhhh disinikah batas kekuatan saya yaAllah?
Baju basah oleh keringat yang mengalir deras, nafas makin tersengal megap megap dan kaki makin gemetaran berdiri disamping sepeda menatap tanjakan yang makin menghadang. Jangankan di gowes, TTB pun entahlah... rasanya pasti menyiksa.... Kembali balik arah? Ketemu ibu ibu tadi? Membawa rasa penasaran yang pasti akan terus menyiksa hingga beberapa hari kedepan? Putus asa ? Ya, Nyaris ...!
Hhhh... diputuskan istirahat dulu, sepeda ditidurkan sekenanya, baju dilepas, helmet, glove semuanya dilepas. Duhh gimana niiih.....! Kemudian terasa hawa dingin mulai mengalir dihembus udara gunung. Angin, suasana dan saat melihat kebelakang pemandangan dibelakang, Subhanalloh....indahnya! Saya barus sadar dari tadi kalau kota Pandeglang bisa terlihat dari sini. Check ketinggian di GPS : 596 mdpl. Ohhh..... mungkin inilah bonus nya. Alhamdulillah ya Alloh..... segar sekali, indah sekali.
Ambil waktu lagi beberapa menit ahh sepuasnya deh... yang penting biar bisa nikmati suasana ini sambil merenung merefleksi beberapa hal di tahun yang sudah lewat thn 2009. Kemudian sayup sayup terdengar suara ramai dari bawah. Hah....!? ternyata terlihat ibu ibu sayur tadi rupanya berjalan ramai ramai merayap membawa gendongan sayur dan belanjaan lainnya sarat beban memenuhi punggung hingga bahu mereka. Entah dimana kendaraan pick up tadi, sepertinya tidak kuat naik. Tapi tidak tampak kelelahan dari ibu ibu ini selain candaan saling meledek dan bahkan mereka tertawa, terus tertawa makin keras melihat saya yang sudah tepar nyaris pasrah menyerah dihadapan tanjakan Cinyirup ini. Gila! Saya pikir. Jalan saja sudah sulit apalagi dengan beban seperti itu? Mungkin pertimbangan ekonomi dan tanggung jawab serta kasih sayang untuk keluarga yang membuat mereka tetap melakoni deraan tanjakan ini tanpa complain.... Ck.. ck...ck.....
Jujur melihat mereka saya jadi bersemangat lagi, seperti tersuntik tenaga luar biasa, saya bangkit lagi dan menggunakan helmet glove kecuali baju yang sudah basah kuyup. Saya dorong sepeda kesayangan merayap bareng ibu ibu yang memberikan inspirasi ini. Ibu ibu luar biasa ini, ibu ibu yang tadi saya ejek waktu mobilnya gak kuat nanjak. Bercerita ngaler ngidul dengan mereka lumayan meringankan TTB ini. Mereka seminggu 3 kali bolak balik ke Pandeglang dan kembali lagi ke kampung Cinyirup tempat tinggal mereka. Dikampungnya mereka memiliki warung. Walau jalan sudah pernah diperbaiki tapi karena terlalu nanjak sulit ada angkutan yang bisa mengantar sampai kampung Cinyirup. Ada beberapa mobil pick up yang sebenarnya bisa sampai ke tujuan tetapi biasanya lewat lebih pagi. Tidak terasa kami sampai di kampung Ci Nyirup. Satu persatu , memisahkan diri karena sampai dirumahnya, disambut teriakan anak anak mereka. Hebat... merekalah para super woman dari Cinyirup. Tinggal saya sendiri yang mulai pulih melanjutkan sepeda di gowes ke Puncak Cinyirup.
Alhamdulillah, berhasil sampai di TOP OF THE HILL. Tidak sia sia, walau campur TTB akhirnya bisa tiba di sini. Ketinggiannya sih hanya di 663m dpl tapi subhanalloh....
Pemandangan ini indah, indaah….sekali. Hamparan kota Pandeglang dan Cadasari hingga Kota Rangkas Bitung yang sedang dipayungi awan hitam dan hujan sedang turun disana terlihat jelas. Sawah sawah, disebrang sana juga tampak melengkapi harmoni keindahan. Dari sini saya menyadari kehidupan ribuan ekosistem sedang berlangsung dengan cara yang berbeda dibawah sana, ada yang menerima hujan, ada yang bermandikan panas matahari, seluruhnya dimonitor dan dikontrol oleh satu kekuasaan, tanpa konflik, tanpa luput dari rizki Sang Pengasih dan Penyayang, bahkan setiap tarikan nafas setiap mahluk hidup, dari renik renik hingga manusia yang hidup dialamnya ini semua dikontrol oleh Sanga Pencipta nya.
Kini saya tersadar ternyata bukan tanjakan yang harus dikalahkan tetapi sifat ego didalam diri. Kadang kita perlu mema'afkan diri ini karena tidak mampu menaklukan tanjakan Cinyirup dan menerima kebesaran alam yang merupakan representasi kebesaran Maha Pencipta.
Perjalanan dilanjutkan menanjak lagi kearah gunung. Karakternya single track.
Mampir di Masjid, tidak melewatkan sarana pemandian umum yang dialiri air gunung yang terus mengalir.....duhh kembali saya memujaNya sebagaimana seharusnya. Segarnya air ini ya Allah. Tidak mungkin bisa terhitung semua kenikmatan di trip kali ini.
Mengingat hari ini Jumat, dan jam sudah 10.30, saya segera bersiap kembali turun. Pantang kembali kejalur tadi. Seat post diturunkan pol, dengan bertelanjang dada (baju masih sangat basah) Patrol meluncur turun gunung. Lewat ke kampung Kadu Kebo (memutar ke barat), saya tahu di barat lagi ada kampung Pasir Gintung, ada single track, saya arahkan Patrol ke jalur ini. Wuihh single track ini banyak bercabang, bersyukur GPS bisa bantu navigate. Ho ho ho....dahsyat, menukik dan di bawah terdapat jurang berbatu seperti kali namun airnya sedikit. Terus menyelusuri single track dibawah kanopi hutan gunung karang ini. Teduh rimbun tidak terasa hari yang sebenarnya terik. GPS total tertutup signalnya. Jadi ingat... jalur ini seperti Gunung Pinang lewat belakang yang tembus ke Komplek Pejaten, bedanya udara disini sangat sejuk. Kalau punya nyali beberapa drop off bisa diterjang. Sempat dicoba he he he... sadar sadar.... lagi sendiri... (kalau jatuh gak ada yang nolong). Kalau hujan sih jangan harap pasti jadi perosotan.
Single track ini berakhir di Pasir Gintung jalur dilanjut menukik dijalan makadam ke Kampung Cengkel, sebenarnya jalur ini pernah di aspal. Tetapi karena terlalu terjal tidak ada roda 4 yang bisa lewat. Akhirnya jalur ini seperti single track yang ditumbuhi rumput lebat dikiri kanannya, tapi karakternya aspal kasar dan makadam. Ahhh turunan meliku liku bisa dirasa lebih panjang dan keluar di Pasekon dilanjut ke Cihaseum dan Kebon Kopi, trip survey ini berakhir di Alun alun pandeglang dan kembali ke peradabaan. Kemudian tersadar......masyaAlloh saya belum sempat pake baju!!!
Sebelum buru buru masuk belokan Pondok Nara, dari Alun Alun Pandeglang saya masih bisa menatap balik ke Gunung Karang, gunung gagah yang menantang, menjanjikan bonus bonus keindahan bagi siapa saja yang menjelajahinya. Bahkan kesegaran keimanan, insyaAllah.
Rencana sih ingin kembali.... semoga bisa besok dengan Adi Goweser dari Depok.
Pandeglang, 1 Januari 2010.
Edwin Sumiroza
Mohon maaf mr. Momod sangat panjang journal ini, semata hanya ingin berbagi dengan sesama pecinta MTB. Semoga bermanfaat dan bisa sama sama gowes kesana, someday maybe....
Track ini cocok bagi :
1. Pecinta XC? Berani turun ...berani nanjak....!
2. IPDN (Ikatan Pecinta Djalur Nanjak).
3. Untuk pecinta turunan AM sangat menjanjikan kedahsyatan. Syaratnya cari pick up yang bisa mengantar sampai ci nyirup. Drivernya jangan goweser, kesian kalo harus balik lagi!
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 13.40 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
MENGALIR SEPERTI AIR.........
Dari Milist MBTI
Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati."
Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.
Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata sang Guru.
"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." Pria itu menolak tawaran sang Guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."
"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisasnya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."
Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adlaah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu." Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, "Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami."
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan." Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 13.39 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Senin, 04 Januari 2010
Laporan Buat Abah, Sesepuh MTB
Cc : Adi, my buddy biker, jangan kapok....
Bah...
Waduuh perlu dua kali survey track ini, dari +256 mtr dpl menuju 646mtr dpl dengan jarak 5km lumayan menyesakan. Survey trip ke2 ini akhirnya menjawab pertanyaan besar selama ini... Sampai disinikah kekuatan saya sebelum akhirnya terpaksa TunTun Bike (TTB)??
Berikut saya sampaikan journalnya dengan catatan yang saya rekam di GPS dan di Hati saya:
Tanjakan dari kampung Canggoang ke kampong Cinyirup ini pernah ditanyakan Pak Syamsul (CB) dan saya jawab waktu itu "dahsyat Bang... lain kali saja ya" karena waktu itu trip diikuti oleh para newbie. Sejujurnya track tsb belum khatam saya survey dengan MTB, cuaca hujan merusak traksi ditanjakan dan awan gelap yang menghalangi signal GPS membuat saya urung naik waktu survey kesana 4 bulan lalu.
1 Januari 2010 kemarin, setelah 26km muter muter alun alun ke Gandarasa, Pabrik Sosro terus naik ke Juhut saya putuskan melanjutkan survey tertunda tsb. Sendirian saja menapaki jalur tsb dengan Patrol Kesayangan, cuaca bagus, sepeda fit, tidur semalam cukup (gak ikutan tuh rame rame begadang taon baruan). Akhirnya bismillah...
Kerumunan ibu ibu yang duduk duduk di simpang Canggoang entah sedang menunggu apa semarak menyemangati saya menggenjot dengan guyonan guyonan. Tanjakan dengan karakter makadam sepanjang 150 meter. Batuannya beberapa sudah lepas. Gear sudah di max low. Wheel depan mulai ngangkat ngangkat. Nafas mulai sesak megap megap. Ayoooo tekan handle bar sedikit biar wheel depan tidak ngangkat. Teriakan ibu ibu bak pemandu sorak kesebelasan AREMA makin meriah. Hhhh betul juga tanjakan ini pantas disebut tanjakan nangtung (tanjakan berdiri). 20 meteran lagi sepertinya tanjakan ini berakhir , ohhhhhh gemetar kaki saya, masih dipaksakan dan lewat...bisaaa!!.. Hahhhhh hahhh hahhhh gowes pelan sambil tarik nafas, 30 meter jalan agak datar... ohhhh terimakasih ya Alloh sambil istrirahat pegangan di pagar kebun duren.
Menatap lagi kedepan...... o o o..tampak tanjakan menunggu lebih panjang lagiiiii ....Duhhh bismillah.....
Dengan sisa kekuatan dan rasa makin penasaran, sepeda bergerak digowes lagi, pelan semoga pasti, 50 meter bisa lewat, 100 lagi mulai sesak nafas lagi dan kaki gemetar terusss hah hah hah...”Ha ha ha ha hayooooo teruss genjooot” dari belakang tiba tiba terdengar suara ramai lagi? Hah ibu ibu yang tadi suaranya masih terdengar? Ahh rupanya mereka kini sedang menyusul saya diangkut pick up terbuka ke Cinyirup! Walau sulit tolah toleh, terasa pasti pick up ini sedang menyusul saya pelan sambil bunyi berderit derit dan mesin meraung raung seakan meledek saya yang lagi megap megap. Hayoooo ”katanjak katanjakk....!” seru mereka. Arghh.... gowesan saya usahakan konstan, tidak lagi perlu pedulikan ibu ibu yang ternyata para tukang sayur ini...
Hiiiii.....Tiba tiba teriakan teriakan menjadi histeris.... Ha ha ha pick up tadi rupanya mati mesinnya. Mobil tersendat terganjal ditanjakan dan ha ha ha ha saya coba susul lagi. Hi hi hi saya susul lagi dengan hati mengejek (dikiiit). Kemudian di balik belokan saya berharap bisa ketemu jalan datar, semoga, lumayankan bisa tarik nafas. Tapi salah. Justru semakin terjal dan traksi wheel belakang tiba tiba lepas, sepeda oleng dan ahhhh terpaksa turun.
Meneruskan gowes sangat sulit, terlalu terjal dan traksi ngesot terus. Dibelakang tidak ada lagi jalur buat ancang ancang, terlalu jauh. Tidak mungkin. Ohhhh disinikah batas kekuatan saya yaAllah?
Baju basah oleh keringat yang mengalir deras, nafas makin tersengal dan kaki makin gemetar berdiri disamping sepeda menatap tanjakan yang makin menghadang. Jangankan di gowes, TTB pun entahlah... rasanya pasti menyiksa.... Kembali balik arah? Ketemu ibu ibu tadi? Membawa rasa penasaran yang pasti akan terus menggelitik hingga beberapa hari kedepan? Putus asa ? Ya, Nyaris ...!
Hhhh... diputuskan istirahat dulu, sepeda ditidurkan sekenanya, baju dilepas, helmet, glove semuanya dilepas. Duhh gimana niiih.....! Kemudian terasa hawa dingin mulai mengalir dihembus udara gunung. Angin, suasana dan pemandangan dibelakang, Subhanalloh indahnya. Saya barus sadar dari tadi kalau Pandeglang bisa terlihat dari sini. Check ketinggian di GPS : 596 mdpl. Ho ho ho inilah bonus nya. Alhamdulillah ya Alloh..... segar sekali, indah sekali.
Ambil waktu lagi beberapa menit ahh sepuasnya deh... yang penting biar bisa nikmati suasana ini sambil merenung merefleksi beberapa hal di tahun sudah lewat 2009. Sayup sayup terdengar suara ramai dari bawah. Hah....!? ternyata terlihat ibu ibu sayur tadi rupanya berjalan ramai ramai merayap membawa gendongan sayur dan belanjaan lainnya sarat beban memenuhi punggung hingga bahu mereka. Tidak tampak kelelahan dari ibu ibu ini selain candaan saling meledek dan bahkan mereka tertawa makin keras melihat saya yang sudah pasrah menyerah dihadapan tanjakan Cinyirup ini. Gila! Saya pikir. Jalan saja sudah sulit apalagi dengan beban seperti itu? Mungkin pertimbangan ekonomi dan tanggung jawab serta kasih sayang untuk keluarga yang membuat mereka tetap melakoni deraan tanjakan ini tanpa complain.... Ck.. ck...ck.....
Jujur melihat mereka saya jadi bersemangat lagi, seperti tersuntik tenaga luar biasa, saya bangkit lagi dan menggunakan helmet glove kecuali baju yang sudah basah kuyup. Saya dorong sepeda kesayangan merayap bareng ibu ibu yang memberikan inspirasi ini. Ibu ibu luarbiasa ini, ibu ibu yang tadi saya ejek waktu mobilnya gak kuat nanjak. Bercerita ngaler ngidul dengan mereka lumayan meringankan TTB ini. Mereka seminggu 3 kali bolak balik ke Pandeglang dan kembali lagi ke kampung Cinyirup tempat tinggal mereka.Dikampungnya mereka memiliki warung. Walau jalan sudah pernah diperbaiki tapi karena terlalu nanjak sulit ada angkutan yang bisa mengantar sampai kampung Cinyirup. Ada beberapa Colt PU yang sebenarnya bisa sampai ke tujuan tetapi biasanya lewat lebih pagi. Tidak terasa kami sampai di kampung Ci Nyirup. Satu persatu , memisahkan diri karena sampai dirumahnya. Tinggal saya sendiri yang mulai pulih melanjutkan sepeda di gowes ke Puncak Cinyirup.
Alhamdulillah berhasil sampai di TOP OF THE HILL. Tidak sia sia, walau campur TTB akhirnya bisa tiba di sini. Ketinggian di 663m dpl.Subhanalloh....
Pemandangan makin indah. Hamparan kota Pandeglang dan Cadasari hingga Kota Rangkas Bitung yang sedang dipayungi awan hitam dan hujan sedang turun disana terlihat jelas. Sawah sawah, disebrang sana juga tampak indah. Dari sini saya meyaksikan kehidupan ribuan ekosistem sedang berlangsung dengan cara yang berbeda dibawah sana, seluruhnya dimonitor dan dikontrol oleh satu kekuasaan, tanpa konflik, tanpa luput dari rizki, bahkan setiap tarikan nafas setiap mahluk hidup, dari renik renik hingga manusia yang hidup dialamNya ini semua dikontrolnya.
Saya tersadar ternyata bukan tanjakan yang harus dikalahkan tetapi sifat ego didalam diri. Perlu mema'afkan diri ini karena tidak mampu menaklukan tanjakan Cinyirup dan menerima kebesaran alam yang merupakan representasi kebesaran Maha Pencipta.
Perjalanan dilanjutkan menanjak lagi kearah gunung. Karakternya single track.
Mampir di Masjid, tidak melewatkan sarana pemandian umum yang dialiri air gunung yang terus mengalir.....duhh kembali saya memujaNya sebagaimana seharusnya. Segarnya air ini ya Allah. Tidak mungkin bisa terhitung semua kenikmatan di trip kali ini.
Mengingat hari ini Jumat, dan jam sudah 10.30, saya segera bersiap kembali turun. Pantang kembali kejalur tadi. Seat post diturunkan, Patrol meluncur turun gunung. Terpaksa bertelanjang dada baju masih sangat basah. Lewat ke kampung Kadu Kebo (memutar ke barat), saya tahu di barat lagi ada kampung Pasir Gintung, ada single track, saya arahkan Patrol ke jalur ini. Wuihh single track ini banyak bercabang, bersyukur GPS bisa bantu navigate. Ho ho ho....dahsyat, menukik dan di bawah terdapat jurang berbatu seperti kali namun airnya sedikit. Terus menyelusuri single track dibawah kanopi hutan gunung karang ini. Teduh rimbun tidak terasa hari yang sebenarnya terik. GPS total tertutup signalnya. Jadi ingat... jalur ini seperti Gunung Pinang lewat belakang yang tembus ke Komplek Pejaten. Kalau punya nyali beberapa drop off bisa diterjang. Sempat dicoba he he he... sadar sadar.... lagi sendiri... (kalau jatuh gak ada yang nolong).
Single track ini berakhir di Pasir Gintung jalur dilanjut menukik dijalan makadam ke Kampung Cengkel, sebenarnya jalur ini pernah di aspal. Tetapi karena terlalu terjal tidak ada roda 4 yang bisa lewat. Akhirnya jalur ini seperti single track yang ditumbuhi rumput lebat dikiri kanannya, tapi karakternya aspal kasar dan makadam. Ahhh turunan meliku liku bisa dirasa lebih panjang dan keluar di Pasekon dilanjut ke Cihaseum dan Kebon Kopi, trip survey ini berakhir di Alun alun pandeglang dan kembali parkir di Pondok Nara. Kembali ke peradaban. Sadar setelah melihat orang orang terheran heran......masyaAlloh saya belum sempat pake baju!!!.
Sebelum masuk kandang sepeda, saya masih bisa menatap balik ke Gunung Karang, gunung gagah yang menantang, menjanjikan bonus bonus keindahan bagi siapa saja yang menjelajahinya. Bahkan kesegaran keimanan.
InsyaAllah saya akan kembali.... semoga besok dengan Adi Goweser dari Depok.
Pandeglang, 1 Januari 2010.
Edwin Sumiroza
Track ini cocok bagi :
1. Pecinta XC? Berani turun ...berani nanjak....!
2. IPDN (Ikatan Penggemar Djalur Nanjak).
3. Untuk pecinta turunan AM sangat menjanjikan kedahsyatan. Syaratnya cari pick up yang bisa mengantar sampai ci nyirup. Drivernya jangan goweser, kesian kalo harus balik lagi!
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 16.21 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Kamis, 10 Desember 2009
Cerita Menginspirasi Seorang Guru
Untuk para guru, fasilitator serta mubaligh, mubalighot....
Semoga menginspirasi
Mrs Thompson.
Ketika ia berdiri di depan kelas 5 pada hari pertama sekolah, dia memandang murid-muridnya dan memulai berkata bahwa dia akan mencintai semua anak anak dengan cara yang sama.
Tapi itu mungin sulit dan tidak mungkin.
Di kursi barisan depan kelas itu , duduk lemas seorang anak kecil bernama Teddy Stoddard.
Mrs Thompson sebenarnya sudah memperhatikan Teddy sejak setahun sebelumnya dan terlihat dia tidak bermain dengan anak-anak lain. Bajunya tampak berantakan dan dia selalu terlihat kumal .
Teddy terlihat tidak menyenangkan.
Itu berlangsung hingga Mrs Thompson benar-benar terpaksa memberikan nilai dengan tulisan merah yang besar, membuat tanda cross (X) tebal dan kemudian menuliskan huruf "F" besar di kertas ulangannya.
Di sekolah tempat Mrs Thompson mengajar, seorang guru diminta untuk memeriksa tinjauan setiap anak atas catatan masa lalu. Mrs Thompson sangat terkejut ketika melihat berkas catatan milik Teddy.
Gurus Kelas I Teddy menulis, "Teddy adalah anak yang cerdas dengan mudah tertawa. Dia melakukan pekerjaannya dengan rapi dan memiliki sikap yang baik ... Dia selalu bersukacita ketika berada di sekitar teman temannya."
Guru kelas kedua menulis, "Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi kehidupannya mulai terganggu karena ibunya memiliki penyakit kronis dan menahun. Hidup di rumah dengan kondisi itu bagi Tedi adalah suatu perjuangan keras."
Guru kelas tiganya menulis, "kematian ibunya merupakan pukulan keras kepadanya. Gurunya saat itu telah berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi Teddy, tetapi ayahnya tidak menunjukkan sikap kerjasama yang baik dan akhirnya mempengaruhi Tedi karena beberapa langkah pertolongan ini tidak diambil."
Guru kelas empat Teddy menulis, "Teddy menarik diri dari pergaulan dan tidak menunjukkan ketertarikannya di sekolah. Kini dia tidak memiliki banyak teman dan terkadang tertidur di kelas."
Sekarang, Mrs Thompson menyadari masalah yang sebenarnya dan dia sangat malu terhadap dirinya sendiri.
Pada saat Natal tiba Mrs Thompson merasa tidak enak ketika murid-muridnya memberinya hadiah natal yang dibungkus dengan pita-pita yang rapi dan kertas yang menyala indah, sementara ia menerima pemberian Teddy yang agak kacau dibungkus dengan kertas cokelat yang ia dapatkan dari kantong belanjaan. Mrs.Thompson bersusah payah untuk membuka pemberian Teddy ini di tengah-tengah kado yang lain. Beberapa anak mulai mentertawakan saat mengetahui isinya adalah gelang berlian imitasi dengan beberapa manik batunya yang sudah hilang, dan sebuah botol parfum yang isinya tinggal seperempat. Mrs Thompson berusaha mencegah tertawaan anak-anak yang lain, dia justru berkata betapa cantiknya gelang itu, kemudian memakainya, dan mengusap beberapa tetes parfum di pergelangan tangannya.
Teddy Stoddard tetap tinggal didalam kelas setelah jam sekolah berakhir hari itu, cukup lama untuk mengatakan sesuatu, "Mrs Thompson, hari ini bau wangi anda seperti wangi ibu saya dulu."
Setelah teddy pergi ia tidak kuasa menahan tangisnya setidaknya selama satu jam. Sejak hari itu juga, ia memutuskan berhenti sekedar mengajar tentang membaca, menulis, dan berhitung. Sebaliknya, kini ia mulai mengajar anak-anak dengan cara yang berbeda.
Mrs Thompson mulai berusaha memberi perhatian khusus kepada Teddy. Saat ia bekerja sama dengan muridnya itu , pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia memberikan dorongan, semakin cepat ia dapat memberikan respon. Pada akhir tahun pelajaran, Teddy telah berhasil menjadi salah satu anak-anak yang terpandai di kelasnya.
Setidaknya, Mrs Thompson berhasil menjawab kesangsiannya bahwa kini ia dapat membuktikan ia mencintai semua anak-anak muridnya. Sekarang Teddy berhasil menjadi salah satu "murid terbaiknya ".
Setahun kemudian, ia menemukan sebuah surat dibawah pintu rumahnya, dari Teddy yang saat itu bukan lagi muridnya mengatakan bahwa Mrs Thompson adalah tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Enam tahun berlalu dan ia kembali mendapat catatan lain dari Teddy. Dia kemudian menulis bahwa dia telah menyelesaikan sekolah menengah dengan peringkat juara ketiga di kelasnya, dan Mrs Thompson adalah tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Empat tahun setelah itu, ia menerima surat yang lain, Teddy menceritakan bahwa hal-hal yang sangat sulit sedang ia lalui, tapi ia akan tetap terus menyelesaikan sekolah, ia telah terbiasa dengan hal itu, Teddy kemudian lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny Thompson lagi, bahwa dia tetap guru yang paling disukai yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.
Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang. Kali ini ia menjelaskan bahwa setelah dia mendapat gelar pasca sarjana, ia memutuskan untuk berpindah sedikit lebih jauh. Surat itu menjelaskan bahwa Mrs Thompson masih menjadi yang terbaik dan guru favorit yang pernah dimiliki. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditandatangani, Theodore F. Stoddard, MD.
Ceritanya tidak berakhir di sini. Ada surat lain yang datang pada musim semi. Teddy bercerita ia bertemu dengan seorang gadis dan akan menikahinya. Dia menjelaskan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia bertanya apakah Mrs Thompson setuju untuk hadir pada proses pernikahan dan menempati tempat duduk yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin pria.
Tentu saja!! jawab Mrs Thompson bersedia.
Dan coba tebak? Mrs Thompson mengenakan gelang, yang beberapa batu rantainya telah hilang itu dan ia memakai parfum yang diingat Teddy. Parfum yang dulu dipakai ibunya pada Natal terakhir mereka bersama-sama.
Mereka saling berpelukan, dan Dr Stoddard berbisik pada Mrs.Thompson, "Terima kasih Mrs Thompson, anda telah memberikan kepercayaan diri saya. Terima kasih banyak karena telah membuat saya merasa berharga dan Anda telah menunjukan pada saya bahwa saya memiliki kesempatan membuat perubahan."
Mrs Thompson, dengan mata berkaca-kaca, berbisik kembali. Dia berkata, "Teddy, semua yang kamu fikirkan itu salah. Sebetulnya justru kamulah orang yang telah mengajari aku bahwa aku dapat membuat perbedaan. Sebetulnya saat itu aku tidak tahu bagaimana caranya benar benar mengajar sampai aku bertemu denganmu."
Ingatlah - bahwa di mana pun Anda pergi, dan apa pun yang Anda lakukan, Anda akan memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan pandangan seseorang.
Mari mencoba melakukannya dengan cara yang positif.
Tidak sekedar menyampaikan...
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 11.16 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
How to say No…dengan cara asertif
Kutipan dari milist semoga bermanfaat.
Banyak ajakan SAY NO TO…(drugs, friends, males, BT dll) kini kita membahas bagaimana caranya untuk belajar mengatakan “Tidak” dengan baik dan tepat. Karena kita sendiri sadar, bahwa karena keterbatasan PD, waktu, tenaga dan pikiran kita, seringkali kita tidak bisa mengontrol apa yang menjadi prioritas kita, dan apa yang tidak, yang sering terjadi adalah kita mengesampingkan tugas utama karena melakukan tugas2 yang lain yang diminta baik secara halus maupun bujuk rayu / perintah oleh orang lain.
Kita harus tahu, bahwa tidak ada salahnya kita berkata “Tidak” selama itu baik dan benar.
Biasanya berlaku ketika kita mempunyai alasan yang kuat seperti :
Pekerjaan utama yang akan saya kerjaan mempunyai pengaruh yang besar jika berhasil/gagal diselesaikan. Misal project dengan nilai besar.
Berurusan dengan masalah Agama, amanat menjaga anggota keluarga, kalau ditinggalkan tentunya dosa.
Sudah dan sedang ditengah-tengah pekerjaan kategory “High Priority”yang harus diselesaikan saat itu juga.
Jadwal hari ini sangat padat, dan penuh dengan deadline.
Pekerjaan yang diminta oleh orang lain tidak terlalu penting/urgent.
Pekerjaan yang diminta oleh orang lain bisa dilakukan oleh orang lain selain kita.
Kita tidak bisa melakukan dengan baik pekerjaan tersebut, misal kita tidak pernah membuat naskah pidato untuk acara penting, dan disuruh membuat naskah pidato.
Bagaimana cara mengatakannya supaya mereka mengerti?
Pastikan anda mempunyai alasan yang kuat, baik dan benar untuk menolaknya.
Jelaskan dengan bahasa yang sopan, baik dan benar.
Berhenti sebentar jika kita sedang melakukan pekerjaan, jelaskan secara face to face langsung bahwa kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu dan tidak bisa membantu. Jika anda menolak tanpa berhenti bekerja saat itu atau bahkan tidak menoleh, anda seperti tidak menghargai permintaan dia.
Jika memang pekerjaan tersebut tidak urgent, kita bisa membantunya setelah pekerjaan utama kita selesai, ingatlah untuk menepatinya setelah itu. Misal “Saya tidak bisa membantu sekarang, mungkin setelah makan siang saya mempunyai waktu untuk membantu kamu masalah itu,ok?”
Jika di perlukan berikan bantuan singkat supaya dia bisa mengerjakan sendiri. Misal “Untuk membuat report xxx, kamu bisa menggunakan template report sebelumnya, hanya perlu mengubah value2nya dan analysisnya, lihat juga report2 yang lain sebelumnya sebagai gambaran, jika sudah selesai mencoba, nanti saya akan bantu memeriksanya”
Jika memang bisa di lakukan oleh orang lain, cobalah untuk menawarkannya. Misal “Jika kamu membutuhkan itu sekarang, sayang sekali saya tidak bisa, mungkin kamu bisa meminta bantuan orang lain”
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 11.07 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Gowes Pandeglang Lagi dengan goweser Gunung Pinang
Tour de van dheglank
(Tour di Pandeglang)
Akhirnya dapat konfirmasi akhir dari Abah sesepuh goweser TGP pada Jum’at malam bahwa goweser positif ikutan trip kali ini berjumlah 40 goweser.
He he he senang rasanya begitu udah pagi dapat menyaksikan satu demi satu pick up pengangkut sepeda mulai memasuki gang Pondok Nara Pandeglang, maklum semula rencana unload di alun alun batal karena MCK di sana tidak siap. (Sudah di cc ke Pemkab Pandeglang biar lebih siap, jangan bikin malu ah..)
Pada 08.00 setelah satu persatu sepeda siap dan goweser melakukan isi BBM, Abah melakukan salam selamat datang dan bertemu sesama pecinta sepeda sehat dari berbagai komunitas, sedikit briefing dan tidak lupa berdo’a serta foto (gak kalah pentiing).
Sontak saja urang Pandeglang di alun alun dan sekitarnya terkejut kejut begitu rombongan goweser start merayap menuju punggung gunung karang lewat on road Cihaseum sebanyak 38 sepeda. Maklum biasanya cuma 2 atau tiga sepeda saja, dan orangnya 4eL (lu lagi lu lagee).
Anak anak berseragam pramuka hingga tukang ojeg plus tukang gorengan mengelu elukan kedatangan tamu kehormatan ini. Bagaimana tidak? Jalan kaki ajah udah repot apalagi sambil nuntun sepedah… hebat betuul? (Upss!!)
Sebenarnya track ini dilakukan sekedar pemanasan mengingat goweser TGP punya ritual nanjak dulu baru jalan… tapi doow mohon maaf kepada temans yang belum biasa khatam Gunung Pinang, track ini menjadi siksaan (jangan kapok oom ya?).
Setelah 3km jaak nanjak, baru dari Pasekon goweser diarahkan wajiiib turunkan seat post untuk bisa menikmati bonus turunan dan perosotan single track karena karakter track disini agak lumayan bahaya bagi pemula, tanah licin dan batu lepas serta undakan 1 meteran menghadang di jalur high speed seperti jebakan. Saya perlu 4 kali naik turun di track ini untuk hafal setiap lekukannya, jadi kaget ruarr biasa saat tahu 1 sepeda yang nempel ketat ikut lompat lompat di turunan Down Hill ini ternyata goweser senior banget, Mbah Kamil! usia 60an santai saja nempel saat jumping di turunan track downhill di Pasekon. Padahal tangan dan betis udah kesemutan banget nih...Duuh mbah dulunya rajin minum susu ya?
Di ujung track 20 goweser yang mulai panas setelah ajrut ajrutan terpaksa cooling down menunggu lagi 18 goweser dibelakang, (‘nanjak di erem, apa lagi turun?’ beberapa goweser sabar menunggu…). Dari sweaper ada info 1 goweser ter SALTO kegirangan, maklum goweser satu ini dendam, dulu track ini dipakai nanjak beliau misuh misuh, kini saat turun girang sekaleee sampe lupa diri, he he he pak Darno KBS besok jangan kapok ya, laen kali track ini dipake nanjak lagi aja ya??
Kembali ke Alun alun goweser lanjut ke track Ciekek, Cikole, Saruni dan tembus ke Cibuah perbatasan Pandeglang Rangkas. Track etape ini karakternya jauh lebih ringan, tanah, batu makadam dan sedikit on road dibawah kanopi hutan, walau sekali kali tanpa pemberitahuan dibalik tikungan tahu tahu ditunggu tanjakan… he he… nasib nasib… Lage lagee senior senior berjenggot putih menunjukan kegaekan nya dalam memainkan jempol menggeser rantai di sprocket, terbukti betul tidak ada yang turun menuntun. Mbah rofiq sih cuman siul siul ‘ ah… jalannya miring dikiiit’. makin tua makin menjadi He he pis mbahh!!
21 km, goweser break di Kampoeng Sabi, Check absen ada 6 goweser yang tidak ikut etape ini, mereka langsung menuju alun alun dan kembali duluan ke tempat start, ada yang pulang karena kehabisan waktu, ada juga yang mencegat di Gandarasa dipandu pemilik rumah makan karena kehabisan tenaga. At lest semua goweser bisa ketemu di Saung Gandarasa menyandarkan gowesan disaung pinggir kolam untuk melakukan lunch break, menikmati nasi timbel, ayam bakar, ikan mas pesmol, ikan asin ongong, sambel lalap dll. He he ada yang kelewat engggak ya?
Sehabis makan trip berlanjut menyusuri single track ke ‘lebak noong’, perjalanan hanya 2,3km menuju Pondok Nara tempat kita start tadi. Dekat sihh… tapi tanjakannya lumayan ‘ngehe’ He he he punten punten 'kurang sopran' terpaksa ikan mas dan timbel kembali di rogoh, ahhhh… melibas tanjakan rombongan masuk ke Pasar dan Alhamdulillah finish…
Rombongan ditunggu lagi oleh es mang Cawa, es campur legendaris kota Pandeglang, dijamin mempu mengganti pesmol dan timbel yang tekor.
Dihitung odometer menunjukan 27km… jam 13.00 track ini resmi khatam.
Alhamdulillah...
Lega sekali rasanya bisa semua finish. Ada beberapa newbie yang hadir dan tersiksa, tapi disinilah praktek berguru dari pengalaman, jangan hilangkan kesempatan buat belajar dari senior senior kita ya? Keep learning guys!!
Goweser tidak henti hentinya bercerita haha hihi, tapi waktu yang memaksa untuk bubar dengan pickup masing masing rombongan kembali ke kota asal.
Dapat sms dari Abah, jam 15.20 rombongan sudah kembali dirumah masing masing. Semoga bisa gowes bareng lagi, next time, next track, next newbie..
Ada beberapa etape yang masih belum dilewati, Alam Pandeglang senantiasa menunggu, track lengkap, variatif dan dekat dari Serang Cilegon. Semua dihidangkan oleh yang Maha Kuasa bagi hambanya yang pandai mengambil manfaat, tafakur dan bersyukur, Subhanalloh.
Keep gowes, keep our air clean!!
Salam Boseh
Edwin
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 10.31 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Selasa, 08 September 2009
NGabuburit dengan Reef Check SANGHIANG, ^ September 2009
Reef Check (RC) EcoMonitoring merupakan bagian dari program Reef Check EcoAction. Melalui program ini, Reef Check dan kalangan penyelam serta bisnis wisata bahari bekerja bersama dengan erat untuk menjembatani peran timbal balik antara dunia usaha/bisnis, dengan wisata selam berkelanjutan dan konservasi.Pada 6 September 2009, CAI Diving Club melakukan workshop Reef Check (RC) EcoMonitoring. Kegiatan yang diikuti 10 penyelam tersebut dilaksanakan di Kepulauan Sanghiang di hari ke 15 bulan Romadhon 1430H. Pasalnya Siham Afatta sebagai Ecodiver yang menjadi Reef Check Trainer hanya memiliki kesempatan sampai bulan puasa ini, karena di awal Syawal nanti Eco Diver CAI DC ini harus kembali meneruskan pendidikan di kampung Queensland Australia. Alhasil semua peserta berpuasa, namun semua tetap antusias dan semangat (semangaaaat ya walau sempat share mouth piece ahhhh.... sewangi minyak kasturi?).
Diskusi dan workshop di wisma Marina KS dilaksanakan pagi 08.00 – 10.00. (Pengamatan diskusi : tidak ada yang ngantuk!!!) Mendata potensi CAI DC saat ini untuk melangkah sebagai operator kegiatan RC di Sanghiang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelayaran ke P Sanghiang. Dengan KM Rosa Indah team bergerak hanya membutuhkan 50 menit merapat di perairan Sanghiang, sampai di perairan sanghiang rombongan disambut dengan munculnya sirip hitam kepermukaan air, sirip itu siri lumba lumba! Bahkan setelah itu beberapa ekor melompat kepermukaan beberapa kali mengiringi KM Rosa Indah untuk berlabuh di titik penyelaman pertama Teluk Bajong. Visibility cukup baik 10meter, cuaca cukup teduh, ombak dan arus sangat bersahabat, kelihatannya alam mengerti kalau team perlu menghemat energy hingga saat berbuka puasa datang.
Setelah istirahat team melakukan dive ke dua di Legon Waru, sekalian mencoba alat baru nya Ammo, orderan dari Amrik dan menghibur penyelam CAI DC (Arip) karena tidak ikut ke Bunaken. Penyelaman berlangsung aman lancar dan barokah!! Beberapa biota yang jarang ditemui sengaja muncul, mengucapkan salam kaleee maksutnya. Ada schooling baracuda dan penyu say hello di legon waru kedalaman 75ft.
Kembali ke Reef Chec:
Metode Reef Check yang sederhana ini, dikemas dalam satu paket wisata selam bernuansa pendidikan lingkungan, yaitu Reef Check EcoMonitoring, yang diluncurkan September 2005 lalu. Dengan program ini, wisatawan pun dapat melakukan survei Reef Check yang memberikan pengalaman unik dan memberikan data berkualitas tinggi, yang sangat berarti bagi konservasi terumbu karang.
Kualitas terumbu karang Indonesia yang saat ini semakin kritis karena tekanan aktivitas di darat yang tidak berwawasan lingkungan sangat signifikan mengancam keselamatan kehidupan manusia. Selain hilangnya produktivitas perikanan yang menjadi potensi ekonomi Indonesia, merosotnya kerusakan terumbukarang berdampak pada rendahnya penyerapan gas rumah kaca baik dari laut maupun atmosfeer planet bumi. Sebenarnya untuk memperkuat gaung dan kampanye kegiatan ini, mulai 2009, setiap tanggal 22 OKTOBER setiap tahunnya, ditetapkan sebagai Hari Reef Check (REEF CHECK DAY ) di Indonesia. Semua sukarelawan Reef Check dan masyarakat umum bisa terlibat dan berbuat sesuatu yang positif untuk lingkungan pesisir dan laut, utamanya terumbu karang, secara serentak melakukan survei Reef Check di masing-masing lokasi terumbu karang favorit atau yang telah di”adopsi” untuk dipantau secara rutin. CAI DC saat ini sedang mempersiapkan crash program, kerjasama dengan jejaring penyelam di Indonesia berencana membentuk tim ecodiver untuk mengoranisir pemantauan di lokasi yang sudah di pilih yaitu Pulau Sanghiang. Data yang masuk akan dikompilasi di tingkat nasional dan internasional sebagai rekomendasi ilmiah yang sangat membantu bagi pihak pengelola dalam melakukan tindakan konservasi yang tepat.Jadi, tunggu apa lagi, 22 Oktober nanti bisa segera kita gaungkan dan orgnize diving trip kesana! mari bergabung, menyelamlah dan berbuatlah sesuatu untuk terumbu karang, untuk masa depan yang lebih baik.
Semoga Alloh paring lancar dan barokah!!.
Semoga jakarta bisa banyak lagi yang gabung!! (edwin)
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 15.38 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Selasa, 01 September 2009
Dive Sanghiang
Jam 10.30! Waaah siang banget baru bergerak meninggalkan pantai Anyer. Doow hilang satu dive season nya. Laut masih flat, 2 boat sarat dengan peralatan dan bekal logistik bergerak ke arah Pulau Sanghiang.
1jam kemudian baru merapat di dermaga TNI, kondisi dermaga kayu ini sudah lumayan baik dibanding kunjungan terakhir saya kesini. Saat itu dermaga bagian timur sudah doyong bahkan amblas masuk keair malah bisa dipake perosotan Pinky ma temen temennya.
Sebelumnya sempat saya komplain panjang ke mana mana urusan dermaga ini. Masa tidak ada yang care? Diving operator Jakarta dan tekong tekong kapal di Anyer mengantar puluhan penyelam dan ratusan pemancing dalam seminggu datang kesini menggunakan belasan kapal menikmati sumberdaya laut P Sanghiang yang berlimpah. Ironis dengan pemerintah daerah yang sok claim sana sini tentang cakupan wilayah, tapi saat pemeliharaan pembangunannya koq belaga baru tahu dan ’sedang diproses’.
Hhh.. dive crew segera mengerjakan tugasnya menyiapkan dive gear. Setelah makan siang dan sholat saya segera buat group dan dive buddies (pasangan selam). Kali ini tidak semua menyelam, kami membawa para pemula yang akan menikmati pemandangan laut cukup dari permukaan dengan snorkel saja. Peserta bahkan ada yang tidak bisa berenang, OK saya minta Diver memastikan pemula ini bisa aman dan tetap enjoy.
DIVE 1. (Selamat datang di pesta Ubur ubur!!)
Boat bergerak ke snorkel spot. Briefing diberikan singkat jelas. Dive master turun duluan untuk pastikan kondisi arus sesuai tabel dan rencana. Arghh...! Febri kembali naik ke kapal buru buru dan segera nyari wetsuit miliknya...”Ubur ubur!!!” Wah syukur saya memang sudah menggunakan wetsuit panjang... Ha ha ha setelah saya dan semua turun ke air memang laut sedang dipenuhi dengan mahluk transfaran dan bertentakel ini. Sulit mencari celah pandangan, semua terhalang dengan tentakel dari ubur ubur yang kadang kadang iseng nyengat sana sini. Sewaktu tangan mengayuh diair, tangan ini selalu bisa memegang beberapa ubur ubur sekaligus. Gatot teman pemula langsung jontor bibirnya berciuman dengan tentakel yang sok akrab ini....Tetapi panorama terumbu karang yang sangat memukau terutama bagi para pemula, sengatan disana sini tidak terlalu dirasa lagi. Eits... ada yang terpukau melihat schooling wrase dan parrot fish sedang menggerogoti hard coral dan dengan bebasnya kumpulan ikan ikan besar ini melintas sambil membuang (maaf) kotorannya berupa pasir ......
Group snorkel flow mengikuti arus dan berhenti di tanjung barat, kapal menunggu penyelam naik satu persatu ke boat. Berbagai cerita meramaikan kapal yang bergerak ke spot ke2. Legon Waru. (Ikuti cerita Dive disana, lebih seru!!)
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 14.35 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
It's time to change!! It's time to show him/her our love...........
Nice story to read..... Fwd dari teman fasilitator MBTI di Jakarta:Temans, dan juga untuk direnungkan... Betapa kita secara tidak sadar menyia-nyiakan cinta orang yang kita sayangi.......... ☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻☺ John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessiaca, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.. Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya..Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu.. Tahun pertama pernikahan mereka…. Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, "Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor.." Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, " Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.."..Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, " Tuhan..Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan..Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri..Tapi tidak apa-apa, Tuhan..Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku…." Tahun kedua pernikahan mereka…. John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya..John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.. Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, "Jangan, John..Aku malu.."..John tersenyum dan berkata, "Ya, aku mengerti.." Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu.. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.." Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini..Tapi tidak apa-apa..Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive..Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan…" Tahun ketiga pernikahan mereka…. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark..Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur..Jessica semakin sering menolak ciuman John.. Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum.. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukankua, Tuhan..Karena aku begitu mencintainya..Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya..Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku…." Tahun keempat pernikahan mereka…. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba.. Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.. Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu…Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersykur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku..Namun tahun ini aku tidak mendapatinya..Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu..Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini..Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam..Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica,Tuhan..Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini..Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan…" Tahun kelima pernikahan mereka… Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit.... Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John… Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.." Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit..Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku..Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku..Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa..Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali..Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan.." Tahun keenam pernikahan mereka…. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan.. Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru..Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, "John, itu hanya kalung berlian biasa..Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya denga perhiasan yang lebih baru.." Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.."Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku...Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku..Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku..Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku..Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku..Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.." Tahun ketujuh pernikahan mereka…. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka... Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.. Jessica begitu terguncang dan terpukul..Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya..Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya..Yang tek pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya..Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini.. Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri..Jessica menangis menahan perasaannya..Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, "Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku..Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini..Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan..Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai.." Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya.."Kamu keliatan begitu lelah, sayang..Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku.."..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya.. "Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John...Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu..Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU…"
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.58 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
10 Cara Melepaskan Belenggu Diri Sendiri
1. Hadapi kenyataan: Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda adalah diri anda sendiri. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat anda menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah anda merupakan sumber semua masalah tersebut.
2. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan. Namun bagaimanapun, anda mungkin tidak mampu melakukan semua yang anda inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama. Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan sebenarnya adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua proyek saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan.
3. Agar mendapat gambar yang jelas, anda pelu fokus. Begitu anda mengetahui proyek-proyek mana yang akan anda erjakan, anda harus memfokuskan diri pada apa yang benar-benar diperlukan untuk mengerjakannya. Susunlah rencana selangkah demi selangkah apa dan kapan anda harus mengerjakan.
4. Apa yang tertulis di atas kertas adalah rencana, sedangkan apa yang tertulis di kepala adalah mimpi. Beberapa orang segan untuk menuliskan rencana-rencana mereka. Menulis rencana di atas kertas merupakan langkah awal menuju pencapaian hasrat seseorang. Tanpa rencana tertulis, kebanyak orang akan memulai suatu proyek namun segera perhatiannya akan teralihkan oleh banyak hal kecil yang muncul kemudian.
5. Bila anda bergerak itu belum berarti maju. Gejala pasti anda dalam belenggu kesulitan adalah saat anda telah bekerja keras namun tidak jua mendekati titik sasaran. (Hal ini sering terjadi juga pada orang-orang yang tidak mau menyusun rencananya secara tertulis.) Agar anda dapat bergerak maju, anda harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan pada saat yang diperlukan pula.
6. Tidak memilih adalah pilihan. Penghalang jalan lain yang kita ciptakan sendiri adalah terlalu banyak memikirkan pilihan-pilihan sehingga membuat kita tidak melakukan apa-apa. “Saya bila melakukan A, B, atau C. Kalau begitu sebaiknya saya pikirkan baik-baik,” begitulah angan-angan kita. Kemudian kita mulai merenungkannya, namun kita sama sekali tidak memutuskannya. Sebenarnya pada saat itu kita melakukan sesuatu, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi coba tebak apa hasilnya? Bila anda tidak melakukan apa-apa maka hasilnya pun bukan apa-apa.
7. Pusatkan pada apa yang akan berhasil. Beberapa orang sangat pandai mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jangan melipatgandakan sesuatu yang akan berakibat negatif. Lipat gandakalah seuatu yang positif. Berkonsentrasilah pada apa yang akan berjalan baik bagi anda.
8. Bila tidak berhasil, jangan kerjakan. Salah satu pertanda “manusiawi” adalah “mengerjakan hal yang sama secara terus-menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda.” Saya cenderung untuk menyatakan itu sebagai pertanda “humanitas”. Terkadang banyak orang tidak mampu mengakui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan semestinya karena alasan harga diri, “sudah dari sononya”, atau sikap keras kepala. Jika itu adalah anda, maka terimalah moto baru: “Jangan lakukan!” Bila segala sesuatunya tidak berjalan, hentikan, setel kembali persenelling, baru kemudian bergerak maju.
9. Bila anda tidak tahu, mintalah pertolongan. Kita tidak dapat mengetahui segala hal. Kita pun tak kan mampu memecahkan semua persoalan. Ada banyak konsultan, penasehat, dan pembimbing yang dapat diajak kerja sama oleh anda untuk memecahkan persoalan anda. Mintalah pertolongan mereka.
10. Bila tidak membuat anda bahagia, jangan kerjakan. Melaju di jalur menuju kesuksesan anda tidaklah mudah. Mungkin anda tidak mendapatkan keceriaan di setiap langkah anda sehingga membuat anda ingin kembali mundur ke garis start. Namun demikian, secara keseluruhan anda seharusnya merasa bahagia karena ini adalah jalan yang anda pilih. Bila anda tidak merasa bahagia maka anda perlu mengevaluasi tujuan anda atau bagaimana anda mencapai tujuan
tersebut. (diadaptasi dari: 10 Tips to Getting Out of Your Own Way - Jim Allen)
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.57 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Pilihan Sederhana
Dari seorang teman:
Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat, makmur, punya banyak teman, dan bahagia, ataukah anda memilih hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan sengsara…? Pilihan ini tentu gampang. Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama tanpa pikir panjang.
Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya hadir dalam kehidupan anda…? Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya anda punya pilihan, tetapi tidak diberikan sekaligus seperti yang ada di awal tulisan ini. Pilihan itu melainkan diberikan secara bagian per bagian dalam setiap sisi kehidupan anda. Hari demi hari, saat demi saat - semua yang anda pilih dalam hidup sebenarnya adalah bagian dari pilihan di atas. Dan pilihan andalah yang menjadi kenyataan hidup anda.
Pilihan-pilihan sederhana yang anda buat, yang mungkin anda anggap sepele, akan membentuk jawaban besar. Pilihan-pilihan sederhana ini yang mempengaruhi hidup anda. Di sepanjang jalan
kehidupan, anda akan terus berhadapan dengan pilihan-pilihan sederhana, untuk itu tetaplah fokus pada arah mana tujuan hidup anda bergulir. Buatlah pilihan yang tepat - sekalipun sederhana - karena hidup anda akan ditentukan oleh pilihan-pilihan yang anda buat…
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.56 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Kekuatan Tanpa Kekerasan
Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi - Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.
Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.
Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.
Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.
“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan.”
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-KekerasanPada tanggal 9 Juni 2005 ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.53 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Menerima
Cerita Renungan dari yau hui.net
Kisah yang menyentuh, tentang suami istri yang saling mencintai dan saling setia. Mudah2an dapat menjadi renungan dan motivasi bersama di hari ini.
“Namaku Linda & aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat & mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama 40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah & memberikan mereka dua orang cucu.
Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.
Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian”.
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.
Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya ,”untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali”.
Ayahku menjawab, “aku ingin kau tetap merasa cantik”. Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan & kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”…kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?” Aku menggeleng & ibuku melanjutkan, “karena aku tak pernah meninggalkannya…”
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.
– Happy Ending –
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.49 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Menerima
Cerita Renungan dari yau hui.net
Kisah yang menyentuh, tentang suami istri yang saling mencintai dan saling setia. Mudah2an dapat menjadi renungan dan motivasi bersama di hari ini.
“Namaku Linda & aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat & mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu disebuah acara resepsi pernikahan & kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama 40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah & memberikan mereka dua orang cucu.
Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi kepembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.
Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian”.
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.
Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mencatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya ,”untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali”.
Ayahku menjawab, “aku ingin kau tetap merasa cantik”. Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan & kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”…kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?” Aku menggeleng & ibuku melanjutkan, “karena aku tak pernah meninggalkannya…”
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi & ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.
– Happy Ending –
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.49 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Percaya Kemampuan Diri Sendiri
WAKTU masih kecil, Anda mungkin pernah mendengar kisah adaptasi ‘The Little Engine That Could’? Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa.” Kereta pun terus bergerak perlahan naik hingga tiba di bukit dengan selamat.
Pelajaran sederhana yang dapat diberikan ialah: percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya lokomotif itu tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah dalam buku itu berakhir menyedihkan.
Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa”, tetapi Anda pun dapat melakukan yang sama. William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, ”Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa pemenang.” Ward betul, jika Anda berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang.
Kisah heroik lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya yang menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, dan diiringi kerja keras yang tidak lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu meraih prestasi luar biasa.
Hendrawan membuktikan kemampuannya telah sempat dinyatakan sudah habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di dunia. Tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan Piala Thomas ke Tanah Air.
Percaya kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal pekerjaan, status, umur, dan jenis kelamin.
Generasi sekarang mungkin hanya mengenal nama Mak Erot. Seorang tokoh pengobatan khusus laki-laki yang telah tiada. Nama lain yang tak kalah kesohornya yang hampir mirip adalah Mak Eroh. Generasi sekarang mungkin tak mengenal nama ini. Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.
Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan kemampuan nya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang atau bermain dengan cucu.
Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai untuk ‘mengebor’ tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, serupa linggis pendek.
Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas? Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5 tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu Desa Indrajaya dan Sukaratu.
Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan lingkungan dari PBB.
Dua kisah di atas memberi hikmah bahwa sebenarnya kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang dimiliki. Seperti yang dikatakan oleh Mary Kay Ash, pengusaha kosmetik sukses asal Amerika, ”Anda bisa melakukannya jika Anda berpikir demikian, dan jika Anda kira tidak dapat melakukannya, Anda benar.” Percaya akan kemampuan diri sendiri. Jadilah lokomotif, dan teruslah bergerak untuk maju. (210708)
“Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan dalam diri Anda.”– Marie von Ebner-Eschenbach, penulis, 1830-1916
Sumber: Percaya Pada Kemampuan Diri Sendiri oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.47 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Motivasi Mario Teguh
Berikut ini adalah Tips Motivasi dari Mario Teguh mudah-mudahan menjadi pemompa semangat bagi kita yang ingin maju.
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani danbila anda sedang takut, jangan terlalu takut.Karena keseimbangan sikap adalah penentuketepatan perjalanan kesuksesan anda.
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kitaadalah untuk mencoba, karena didalam mencobaitulah kita menemukan dan belajar membangunkesempatan untuk berhasil.
Anda hanya dekat dengan mereka yang andasukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialahAnda akan mengenal sudut pandang yang baru.
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadipemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terusbelajar, akan menjadi pemilik masa depan.
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangipencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan.
Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.
Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu.
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-caralama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru.
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah.
Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda.
Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani.
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yangtepat.
Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan.
Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat.
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.
Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat.
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masadepan yang akan mereka capai.
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaikdari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yangbaik, maka andalah yang akan dicari uang.
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kitamungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadiorang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangatberharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kitakaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.26 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
cerpen - Aku Tak Benar-benar Pergi
cerpen - Aku Tak Benar-benar Pergi
Posting cerpen by: Marvasatruza
Aku tak merasa Kalah dalam Penantian ini…Aku hanya merasa lelah yang teramat sangat..Setelah mengurung hatiku dalam CINTA yang tak pernah Berjawab..Aku seperti sesusuk duri yang tak pernah kusadari seberapa dalam meninggalkan Luka Perih..Menikmati sakitnya sampai tak terasa lagi Luka telah mengalirkan DARAH..Begitu dalamnya CINTA menghujam hingga tak bisa ku bedakan lagi mana Tangis, mana Tawa..Dua-duanya telah menjadi satu Butiran Nelangsa..Terbata dalam KATA, TERTATIH dalam JEJAKnya..Dan TERSIA-SIA tanpa rekah BAHAGIA..Aku mungkin belum KALAH, tapi yang pasti aku mulai KECEWA..Membawa kakiku berjalan menjauh dari CINTA..Perlahan tapi pasti, Tertahan tapi tak punya daya tuk kembali..Aku mungkin telah Pergi….tapi…Aku tak pernah berlari darimu….
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 09.02 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Rabu, 26 Agustus 2009
Tinutuan, Bubur Manado bukan satu satunya makanan yang terenak
Menginjakan kaki di Manado merupakan pengalaman yang bisa membuat takjub. Panoramanya sejuk dan hijau. Pemandangan yang indah, keanekaragaman kuliner membuat daerah ini sebagai tempat wisata favorit banyak orang. Tidak lengkap rasanya datang ke suatu kota jika tidak melakukan wisata kuliner. Setelah jalan jalan ke Bunaken dan pantai Bulouvard belum lengkap apabila tidak mencicipi Bubur Manado. Bubur yang lengkap dengan jagung, aneka sayuran hingga ubi singkong sangat menyehatkan dan kaya serat. Sebenarnya Manado tidak saja dikenal dengan buburnya. Masyarakat Sulawesi yang dikenal menyukai seafood membuat jenis makanan ini tersebar di kota Manado, ada suatu tempat makan seafood yang rasanya sangat-sangat menggoda yaitu rumah makan wisata bahari lokasinya dekat laut dengan panorama yang indah dengan lampu-lampu cantik yang menghiasi malam di kota tersebut. Pastikan Anda mendatangi rumah makan ini jika berkunjung ke Manado.
Banyak makanan lain tersedia dan mengundang selera dan relatif akrab dengan lidah orang dari pulau Jawa, walaupun dipastikan selalu pedas karena khas rica ricanya yang terkenal. Menu makanan dari ikan seperti cakalang, roa, oci, nike ahhh rasanya sangat nendang dilidah. Mengenai harga banyak pilihan. Café dan warung hingga resto menawarkan pilihan sesuai kemampuan dompet. Tim selam KS mendapat kesempatan menginap di keluarga Tambayong, keluarga Minahasa yang sangat ramah dan terampil membuat aneka masakan. 7 hari kami menginap, kami mencatat ada 7 kombinasi menu masakan berbeda yang dihidangkan setiap hari. Selain wisata Diving, Manado juga direkomendasikan sebagai kota wisata tempat menjemur lidah (kuliner).
Pergi ke suatu tempat tidak lengkap rasanya jika tidak membeli oleh-oleh. Mungkin selama ini Pasar Tomohon adalah satu-satunya tempat orang mencari oleh-oleh jika berkunjung ke Manado, tetapi ternyata tidak demikian. Saat ini telah berdiri Merciful Building Business Center yang merupakan kompleks Ruko Wanea Plaza di Jl. Sam Ratulangi.
Di tempat ini di sediakan puluhan komoditas produksi unggulan Sualwesi Utara yang dapat dibawa sebagai oleh-oleh antara lain: berbagai olahan selai pala, sirup,dodol, kembang gula dan selai pala, berbagai olahan dari tepung sagu seperti kue bagea & bangket.
Ada juga kacang goyang, kacang tore,halua kenari,klaper koek, dodol kenari,abon ikan cakalang fufu,abon ikan roa,keripik singkong,keripik talas, aneka macam roti dan donat serta pia. Di samping itu, terdapat juga kaos,topi,pakaian kerawang dan barong serta aksesoris.
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 16.30 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
CAI Diving Club turut sukseskan Guinness World Record di SAIL BUNAKEN ,
Mando 12 – 19 Agustus 2009
Memperingati HUT KS & HUTRI tahun 2009 ini CAI Diving Club menghadiri undangan di SAIL BUNAKEN Manado dari MABES-TNI AL untuk berpartisipasi pada pemecahan record dunia (Guinness world record). Team sebanyak 4 orang bergabung dengan POSSI Banten dan Krakatau Steel DC diberangkatkan 3 gelombang, tgl 5 Agustus 2 orang atlit diberangkatan mengawal peralatan selam menggunakan KRI Tg Kambani, kemudian official dan penyelam pada 12 Agustus dan 16 Agustus 2009, pada akhirnya tim ini turut menggenapkan total penyelam terbanyak yang berhasil dibukukan di Guinness World Record, di Pantai Malalayang, Manado.
Kategori rekor adalah penyelaman massal dengan jumlah penyelam terbanyak dan dilakukannya pelajaran selam massal di dasar laut yang dilakukan Minggu (16Agustus 09). Penyelaman yang dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita itu diikuti sedikitnya 2.486 penyelam.
Rekor kembali dipecahkan esok harinya 17/8 pada upacara pengibaran bendera dalam rangka peringatan 64 tahun kemerdekaan Indonesia. Rekor penyelenggaraan upacara kemerdekaan di bawah laut dengan peserta terbanyak mencapai 2.818 penyelam (diver).
Peserta upacara dan penyelaman bukan hanya dari Indonesia, namun juga dari Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Turki, Filipina, Belgia, dan China. Ada pula penyelam dari Kanada, Belanda, Singapura, dan dari Angkatan Laut Australia.
Manajer Juri Guinness World Record Lucia Sini¬ga¬gliesi dari London, mengatakan, angka rekor yang berhasil dipecahkan Indonesia mencapai tiga kali lipat rekor sebelumnya. Rekor penyelaman massal sebelumnya dicapai negara Maladewa dengan jumlah penyelam 958 penyelam pada 2006. "Indonesia seharusnya bangga dengan prestasi ini," katanya.
Kuswanto At Ketua BPOS-KS hadir di detik terakhir persiapan pembukuan record 16/08 menyampaikan kegembiraannya “Alhamdulillah saya bisa sempat hadir dan ikut menyelam dan turut menyumbangan angka record ini, prestasi ini kami persembahkan bagi Perusahaan dan Bangsa Indonesia yang sedang berulang tahun”. Team selam CAI berada di group L bergabung dengan 43 peselam lainnya. Awalnya sulit membayangkan hiruk pikuk 2.486 diver serentak masuk didasar laut berbaris menempati formasi upacara yang sudah rapih disiapkan TNI AL. Formasi upacara ini memudahan penyelam masuk barisannya sesuai group dasar laut dengan mudah. Disiapkan penuh perhitungan sejak sebulan sebelumnya! Tetapi saat didalam air, bukan itu saja yang membuat tim tertegun, kami bisa mendengar back sound lagu lagu perjuangan dan perintah protokol, komandan dan inspektur upacara, bayangkan ini didasar laut 12 – 20 meter! Selain itu beberapa media TV menyiarkan acara ini bahkan secara live. Danpada 17/8, upacara Peringatan Detik detik Proklamasi bawah laut berhasil diikuti dengan hikmat dan penuh kebanggaan. Dengan kejernihan perairan Malalayang yang luar biasa (visibilitas 20 meter) tampak serentak ribuan peserta memberi penghormatan kepada Sang Merah Putih yang berkibar gagah membanggakan di hari ini. Berkibarlah Merahputih…, berkibarlah diseluruh penjuru negeri, bahkan berkibarlah di dada kami, warga Negara yang merindukan kebangkitanmu.
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 13.54 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Penyelaman di BUNAKEN
Setelah pemecahan record, Peserta selam untuk Guinness Book Record berkesempatan wisata selam ke Pulau Bunaken. Pulau yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara ini ternyata tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga di seluruh dunia. Terlebih, setelah Indonesia berhasil menerima sertifikat Guinness Book of World Record atas rekor dunia penyelaman massal, Bunaken semakin mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Ciri khas dari Pulau Bunaken adalah wisata bawah laut. Terdapat sekurang-kurangnya 32 titik penyelaman yang menyimpan sejuta kekayaan bawah laut seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Yang unik, lebih dari 1000 jenis ikan menghiasi puluhan hektar terumbu karang Bunaken, bahkan spesies ikan purba bernama Coelacant hidup di perairan ini.
Kami pernah melakukan penyelaman menyusuri dinding tubir terjal yang berdasar dalam, bahkan tidak bisa diselami seperti di Pulau Tempurung atau wall Krakatau, tapi keunikan Bunaken melengkapi dive log kami dengan keunikan warna warni ikannya. Kepedulian masyarakat dan aparat di lapangan benar benar terlihat harmonis dan saling mendukung. Kapten kapal mengingatkan dive master dan group tentang larangan merusak lingkungan, termasuk larangan menginjak karang dan bahkan sekedar berdiri dikarang mati, semuanya terlarang. Selain itu kapal kapal pengangkut turis sangat disiplin tidak membuang jangkar sembarangan. Aparat setempat sudah membuat buoy / tambatan permanen yang mudah digunakan sehingga terumbu karang yang menjadi komoditas pariwisata mereka benar benar terjaga. Bisa dimaklumi karena ini adalah periuk nasi mereka. Keramaian menyelam di sini sama seperti di Bali atau Lombok, bisa ditemui belasan group dan belasan kapal membawa puluhan diver bahkan ratusan penyelam di akhir minggu menyelam disini. Kondisi di kedalaman sangat ramai, tetapi perlu dipastian sertifikat yang dimiliki adalah Advance karena penyelaman di sini memerluan keterampilan buoyancy (menjaga posisi di kedalaman dengan melayang), bayangankanlah seperti burung yang menjelajahi dinding gunung..(I believe I can fly…). CAI DC sebenarnya sudah membuat buoy dibeberapa tempat penyelaman di Banten bekerjasama dengan KS Diving Club, namun masih perlu dukungan keseriusan dari aparat dan operator kapal yang mengantar turis. Karena apabila terumbu karang yang rapuh dan perlu puluhan tahun untuk pulih ini rusak, maka berakhirlah industri pariwisata selam setempat bahkan produksi perikananpun akan berhenti, karena terumbukarang juga berfungsi sebagai habitat ikan dan penyumbang nutrisi makanan di lautan. Penyelaman di Bunaken memberikan spirit baru bagi kami. Sayang kami hanya sempat melakuan penyelaman di 2 spot saja, walaupun berat melewatkan kesempatan menyelam di beberapa spot yang masuk kategori terindah didunia ini kami harus disiplin dengan dive plan kami agar terhindar dari penyakit nitrogen narcosis (kelebihan nitrogen di dalam tubuh). Kami berencana segera mewujudkan beberapa rencana konservasi di tempat penyelaman di Banten, misalnya Krakatau, Sanghiang dan Ujung Kulon. Semoga dive spot di beberapa tempat di Indonesia bisa lestari dan mendunia seperti Bunaken.
Diposkan oleh Pengurus Wilayah di 13.53 0 komentar Link ke posting ini
Reaksi:
Posting Lama Beranda
Langgan: Entri (Atom)
Facebook Badge
Edwin Sumiroza's Facebook profile
Pengikut
Arsip Blog
* ▼ 2010 (3)
o ▼ Februari (2)
+ Survey Ci Nyirup Track, It's not just about GOWES....
+ MENGALIR SEPERTI AIR.........
o ► Januari (1)
+ Laporan Buat Abah, Sesepuh MTB
* ► 2009 (23)
o ► Desember (3)
+ Cerita Menginspirasi Seorang Guru
+ How to say No…dengan cara asertif
+ Gowes Pandeglang Lagi dengan goweser Gunung Pinang...
o ► September (11)
+ NGabuburit dengan Reef Check SANGHIANG, ^ Septembe...
+ Dive Sanghiang
+ It's time to change!! It's time to show him/her ou...
+ 10 Cara Melepaskan Belenggu Diri Sendiri
+ Pilihan Sederhana
+ Kekuatan Tanpa Kekerasan
+ Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Menerima
+ Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Menerima
+ Percaya Kemampuan Diri Sendiri
+ Motivasi Mario Teguh
+ cerpen - Aku Tak Benar-benar Pergi
o ► Agustus (3)
+ Tinutuan, Bubur Manado bukan satu satunya makanan ...
+ CAI Diving Club turut sukseskan Guinness World Rec...
+ Penyelaman di BUNAKEN
o ► Januari (6)
+ Rafting Ciberang Rangkasbitung Banten MTB, Hiking ...
+ Gowes to Pandeglang
+ Kembali ke jati diri! Atau punah…..
+ Cinta Alam Indonesia Diving Club PROJECT AWARE
+ When the phone call can wait……Tahun Baru China Tah...
+ Wellcome in underwater world
Mengenai Saya
Foto Saya
Pengurus Wilayah
Cilegon, Banten, Indonesia
Conservation Adventure Initiative
Lihat profil lengkapku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar